Lewati ke konten utama

Situs Resmi Pemerintah Kabupaten Deli Serdang

28°CHujan Ringan

Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang

Sejarah Kabupaten Deli Serdang

Riwayat singkat terbentuknya Kabupaten Deli Serdang dan perkembangan wilayahnya.

Nama Deli Serdang berasal dari dua wilayah kesultanan yang pernah berdiri di pesisir timur Sumatera, yaitu Kesultanan Deli dan Kesultanan Serdang. Kawasan ini dikenal luas sejak masa kolonial sebagai sentra perkebunan tembakau, karet, dan kelapa sawit yang menarik pendatang dari berbagai daerah, sehingga membentuk masyarakat yang majemuk hingga hari ini.

Setelah kemerdekaan Republik Indonesia, wilayah bekas kedua kesultanan tersebut ditata menjadi daerah otonom dengan nama Kabupaten Deli Serdang. Dalam perjalanannya, sebagian wilayah kabupaten dimekarkan menjadi daerah otonom baru, dan pusat pemerintahan kabupaten berkedudukan di Lubuk Pakam.

Semboyan daerah "Bhineka Perkasa Jaya" yang tertera pada lambang daerah mencerminkan kemajemukan masyarakat Deli Serdang yang bersatu untuk membangun daerah.

Deli Serdang hari ini

Sebagai kabupaten yang melingkupi Kota Medan, Deli Serdang tumbuh sangat cepat: kawasan permukiman, industri, perdagangan, dan simpul transportasi berkembang berdampingan dengan kawasan pertanian dan pesisir. Pertumbuhan tersebut membawa tekanan terhadap lingkungan berupa peningkatan timbulan sampah, beban pencemaran air dan udara, serta alih fungsi lahan. Di sinilah peran Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Deli Serdang menjadi strategis, yakni menjaga agar pembangunan berjalan tanpa mengorbankan daya dukung dan daya tampung lingkungan.

Naskah lengkap halaman ini masih dilengkapi dari dokumen resmi dinas.

Terakhir diperbarui 23 September 2026